Selasa, 29 Mei 2012

Obligasi


OBLIGASI


Obligasi (bond) adalah suatu utang atau kewajiban jangka panjang yang akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo dengan bunga yang tetap (kupon) jika ada. Karena obligasi membayar bunga yang  besarnya tetap, maka obligasi dikenal juga sebagai sekuritas pendapatan tetap. Obligasi diperdagangkan di pasar modal, khususnya di pasar obligasi. Di Indonesia, obligasi diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya. Obligasi yang tercatat di pasar modal diberi kode yang bertujuan untuk membedakan satu obligasi dengan obligasi yang lain, untuk kepentingan pencarian dan organisasi data di computer dan untuk menunjukkan karakteristik dari obligasinya. Obligasi (bond) dapat berupa serial bond (obligasi seri) dan term bond (obligasi termin) atau kombinasi keduanya. Serial bond (obligasi seri) adalah suatu kelompok obligasi yang obligasi-obligasinya akan jatuh tempo berurutan, yaitu satu atau lebih obligasi akan jatuh tempo periode berikutnya setelah satu atau lebih obligasi lainnya jatuh tempo. Term bond (obligasi termin) adalah obligasi-obligasi yang jatuh tempo  bersamaan waktunya.

Terdapat beberapa macam obligasi ditinjau dari penerbitnya, yaitu obligasi pemerintah (government bord) adalah surat utang jangka panjang pemerintah kepada masyarakat. Municipal bond adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah biasanya mengeluarkan obligasi ini untuk pembiayaan modal, seperti pembangunan jalan, rumah sakit umum dan lainnya. Pendapatan dari pembiayaan modal ini akan digunakan untuk membayar kembali utang obligasinya. Obligasi perusahaan (Corporate bond) adalah Surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh tempo sesuai dengan kontrak utangnya. Nilai obligasi dapat berupa nilai maturity, nilai pasar obligasi, dan nilai intrinsik. Obligasi dapat berupa coupon bond dan Pure-discount bond. Likuiditas atau disebut juga dengan marketability dari suatu obligasi menunjukkan seberapa cepat investor dapat menjual obligasinya tanpa harus mengorbankan harga obligasinya.

Beberapa pengukuran yang digunakan untuk mengukur yield dari suatu obligasi, yaitu current yield, yield to maturity, dan yield to call. Hak penerbit obligasi untuk membayar obligasinya pada nilai par sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo disebut dengan hak tarik. Rentang hasil adalah perbedan antara yield to maturity (YTM) yang dijanjikan dengan YTM suatu obligasi bebas gagal yang mempunyai nilai kupon dan waktu maturity yang sama. Risiko obligasi adalah kemungkinan obligasi tidak dibayar. Teorema penilaian obligasi menjelaskan bagaimana hubungan antara harga obligasi akibat perubahan-perubahan suku bunga, muturiti, dan nilai kupon. Hasil pasar (market yield) adalah hubungan antara perubahan suku bunga terhadap harga obligasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar